Selasa, 11 Oktober 2011

Bukti Kesempurnaan Tuhan, Sang Pencipta Pada Bumi

Salah satu temuan mutakhir di dunia sains yang menjadi buah bibir di kalangan ilmuwan adalah apa yang disebut prinsip antropis.
Prinsip ini mengungkapkan bahwa setiap detail yang terdapat di alam semesta telah dirancang dengan ketepatan yang sempurna untuk memungkinkan manusia hidup. Contoh kecil dari prinsip antropis ini dapat kita temukan pada fakta-fakta yang berkaitan dengan keberadaan bumi.
Dalam hal ini, seorang astronom amerika Hugh Ross dalam bukunya yang berjudul ‘The Fingerprint of God, Recent Scientific Discoveries Reveal The Unmistakable Identitiy of The Creator’ telah membuat daftarnya sendiri sebagai berikut.
1. Jarak bumi dengan matahari
Jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (atau 93.000.000 mil). Jarak ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 148 juta km.

Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kalinya. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Sinar matahari menempuh masa 8 menit untuk sampai ke bumi.
Jika lebih jauh: Planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil. Jika lebih dekat: Planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil
2. Gravitasi di permukaan bumi

Gravitasi permukaan dari sebuah obyek astronomi (planet, bintang, dll) adalah percepatan gravitasi yang berlaku pada permukaan obyek tersebut. Gravitasi permukaan bergantung pada massa dan radius obyek tersebut. Seringkali gravitasi permukaan dinyatakan sebagai rasio dengan ketentuan yang berlaku di bumi.
Jika lebih kuat: Atmosfer bumi akan menahan terlalu banyak gas beracun (amoniak dan methana), Jika lebih lemah: Atmosfer bumi akan terlalu tipis karena banyak kehilangan udara
3. Periode rotasi bumi

Rotasi bumi merujuk pada gerakan berputar planet bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari.
Jika lebih lama: Perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar, Jika lebih cepat: Kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi



4. Albedo

Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation).Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.
Jika lebih besar: Zaman es tak terkendali akan terjadi, Jika lebih kecil: Efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi
5. Aktivitas gempa

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan. Jika lebih besar: Terlalu banyak makhluk hidup binasa. Jika lebih kecil:Bahan makanan dasar laut tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik



6. Ketebalan kerak bumi

Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km, sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km.
Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt. Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km. Jika lebih tebal: Terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerak bumi, Jika lebih tipis: Aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar
7. Medan magnet bumi

Magnetosfer bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya ditentukan oleh luasnya medan magnet internal bumi, plasma angin matahari, dan medan magnet antarplanet. Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumi dibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dan tumbukan. Jika lebih kuat: Badai elektromagnetik akan terlalu merusak, Jika lebih lemah: Kurangnya perlindungan dari radiasi berbahaya yang berasal dari luar angkasa


8. Interaksi gravitasi dengan bulan

Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak jatuh ke bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi.
Besarnya gaya sentrifugal bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi bumi dan bulan. Hal ini menyebabkan bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun.
Jika lebih besar: Efek pasang surut pada laut, atmosfer dan periode rotasi semakin merusak, Jika lebih kecil:Perubahan tidak langsung pada orbit menyebabkan ketidakstabilan iklim
9. Kadar karbondioksida dan uap air dalam atmosfer

Atmosfer bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya.
Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam.
75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet. Atmosfer tidak mempunyai batas yang langsung tapat berbatasan, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar. Jika lebih besar: Efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi, Jika lebih kecil:Efek rumah kaca tidak memadai
10. Kadar ozon dalam atmosfer

Ozon terdiri dari 3 molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer.
Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai ‘lapisan ozon’.
Ozon dihasilkan dengan pelbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (uv) dari matahari.
Jika lebih besar: Suhu permukaan bumi terlalu rendah, Jika lebih kecil:
Suhu permukaan bumi terlalu tinggi, terlalu banyak radiasi ultraviolet
Daftar di atas hanyalah sedikit contoh dari sekian banyaknya data yang melimpah tentang adanya prinsip antropis.
Namun, yang sedikit inipun cukup untuk menghancurkan mitos yang dipercaya para ilmuan materialis, yaitu bahwa keberadaan bumi beserta kehidupan yang terdapat padanya terjadi secara kebetulan melalui serangkaian peristiwa acak tanpa perencanaan.
Siapapun yang mempelajari data-data ini tidak akan gagal untuk sampai pada kesimpulan bahwa bumi ini merupakan tempat yang telah dirancang dengan tingkat kerumitan yang tak terbayangkan dan dengan kesesuaian yang sempurna demi keberlangsungan kehidupan di dalamnya.

Senin, 03 Oktober 2011

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Konstitusi merupakan seperangkat aturan kehidupan yang mengatur hak dan kewajiban warga negra. Konstitusi Negara biasa disebut dengan Undang-Undang Dasar (UUD). Keberadaan konstitusi Negara sangatlah penting dalam pembengunan Negara dan warga Negara yang demokratis. Dengan kata lain, konstitusi demokratis lahir dari Negara yang demokratis, tetapi tidak ada jaminan konstitusi yang demokratis akan melahirkan sebuah Negara yang demokratis. Hal itu disebabkan oleh penyelewengan atas konstitusi oleh penyelenggara Negara.
Sesuai dengan pasal 37 bab 16 tentang perubahan undang pasal 2 bahwa perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. Konstitusi suatu negara pada hakekatnya merupakan hukum dasar tertinggi yang memuat hal-hal mengenai penyelenggaraan negara, karenanya suatu konstitusi harus memiliki sifat yang lebih stabil dari pada produk hukum lainnya. Terlebih lagi jika jiwa dan semangat pelaksanaan penyelenggaraan negara juga diatur dalam konstitusi sehingga perubahan suatu konstitusi dapat membawa perubahan yang besar terhadap sistem penyelenggaraan negara. Bisa jadi suatu negara yang demokratis berubah menjadi otoriter karena terjadi perubahan dalam konstitusinya.
Perubahan UUD 1945 yang telah dilakukan empat kali, merupakan upaya untuk memperbaiki struktur kekuasaan yang semula dibangun lebih berupa “pembagian kekuasaan” menjadi lebih ke “pemisahan kekuasaan”, jadi pengertiannya adalah rakyat berdaulat. Rakyat bukanlah individu, tetapi seluruh orang.
Amandemen UUD 1945 telah membawa perubahan sangat mendasar terhadap sistem pemerintahan negara Indonesia. Sebagai konsekuensi penggantian sistem demokrasi konstitusional dari demokrasi perwakilan menjadi demokrasi langsung, Presiden dan Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat, dan dengan demikian terjadi pemisahan dalam sistem kekuasaan negara. Kedaulatan yudikatif berada ditangan Mahkamah Agung dan lembaga peradilan, badan legislatif memegang kedaulatan perundang-undangan, dan pemerintah memegang kekuasaan eksekutif. Ketiga lembaga ini tidak dapat saling menjatuhkan, karena mereka dipilih langsung oleh rakyat.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas dapat diambul rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana sejarah lahirnya konstitusi UUD 1945?
2. Bagaimana proses perubahan dan perkembangan UUD 1945?










BAB II
PEMBAHASAN

A. LATAR BELAKANG LAHIRNYA KONSTITUSI (UUD 45)
Latar belakang terbentuknya konstitusi (UUD 45) bermula dari janji Jepang untuk memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia di kemudian hari. Janji tersebut antara lain berisi:’sejak dari dahulu, sebelum pecahnya peperangan Asia Yimur Raya, Jepang sudah mulai berusaha membebaskan bangsa Indonesia dari kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. Tentara Jepang dengan serentak menggerakkan angkatan perangnya, baik di darat, laut maupun udara, untuk mengakhiri kekuasaan penjajahan Belanda”.
Sejak saat itu Dai Nippon Teikoku memandang bangsa Indonesia sebagai saudara muda serta membimbing bangsa Indonesia dengan giat dan tulus ikhlas di semua bidang, sehingga diharapkan kelak bangsa Indonesia siap untuk berdiri sendiri sebagai bangsa Asia Timur Raya. Namun janji hanyalah janji, penjajah tetaplah penjajah yang selalu ingin lebih lama menindas dan menguras kekayaan bangsa Indonesia. Setelah Jepang dipukul mundur oleh sekutu, Jepang tak lagi ingat akan janjinya. Setelah menyerah tanpa syarat kepada sekutu, rakyat Indonesia lebih bebas dan leluasa untuk berbuat dan tidak bergantung pada Jepang sampai saat kemerdekaan tiba.
Namun janji hanyalah janji, penjajah tetaplah penjajah yang selalu ingin lebih lama menindas dan menguras kekayaan bangsa Indonesia. Setelaj Jepang dipukul mundur tentara sekutu, Jepang tak lagi ingat akan janjinya. Setelah menyerah tanpa syarat kepada sekutu, rakyat Indonesia lebih bebas dan leluasa untuk berbuat dan tidak tergantung pada Jepang sampai saat kemerdekaan tiba. Setelah merdeka kebutuhan akan konstitusi resmi nampaknya tidak bias di tawar-tawar lagi, dan segera harus dirumuskan. Sehingga lengkaplah Indonesia menjadi Negara yang berdaulat.
Sebagai Negara yang berdasarkan hukum, Indonesia memiliki konstitusi yang dikenal dengan undang-undang dasar 1945. Eksistensi Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi di Indonesia dijadikan landasan hukum bagi pelaksanaan ketatanegaraan di Indonesia.
Dalam sejarahnya, Undang-Undang Dasar 1945 dirancang sejak 29 Mei 1945 sampai 16 Juni 1945 oleh badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa jepang dikenal dengan dokuritsu zyunbi tyoosakai yang beranggotakan 21 orang, diketuai Ir. Soekarno dan Drs. Moh, Hatta sebagai wakil ketua dengan 19 orang anggota yang terdiri dari 11 orang wakil dari Jawa, 3 orang dari Sumatra dan masing-masing 1 wakil dari Kalimantan, Maluku, dan Sunda kecil. Badan tersebut (BPUPKI) ditetapkan berdasarkan maklumat gunseikan nomor 23 bersamaan dengan ulang tahun Tenno Heika pada 29April 1945.
Badan ini menetapkan tim khusus bertugas menyusun konstitusi bagi Indonesia merdeka yang kemudian dikenal dengan nama Undang-Undang Dasar 1945 (UUD’45). Para tokoh perumus itu adalah antara lain Dr. Radjiman Widiodiningrat, Ki Bagus Hadikoesoemo, Oto Iskandardinata, Pangeran Purboyo, Pangeran Soerjohamidjojo, Soetarjo Kartohamidjojo, Prof. Dr. Mr. Soepomo, Abdul Kadir, Drs. Yap Tjwan Bing, Dr. Mohammad Amir (Sumatra), Mr. Abdul Abbas (Sumatra), Dr. Ratulangi, Andi Pangerang (keduanya dari Sulawesi), Mr. Latuharhary, Mr. Pudja (Bali), AH. Hamidan (Kalimantan), R.P. Soeroso, Abdul WACHID hasyim dan Mr. Mohammad Hasan (Sumatra).
Setelah kemerdekaan diraih, kebutuhan akan sebuah konstitusi resmi nampaknya tidak bisa ditawar-tawar lagi, dan segera harus dirumuskan. Sehingga lengkaplah Indonesia menjadi sebuah Negara yang berdaulat. Pada tanggal 18 Agustus 1945 atau sehari setelah ikrar kemerdekaan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan sidangnya yang pertama kali dan menghasilkan beberapa keputusan sebagai berikut:
1. Menetapkan dan mengesahkan pembukaan UUD 1945 yang bahannya diambil dari rancangan undang-undang yang disusun oleh panitia perumus pada tanggal 22 Juni 1945.
2. Menetapkan dan mengesahkan UUD 1945 yang bahannya hampir seluruhnya diambil dari RUU yang disusun oleh panitia perancang UUD tanggal 16 Juni 1945.
3. Memilih ketua persiapan kemerdekaan Indonesia Ir. Soekarno sebagai presiden dan wakil ketua Drs. Muhammad Hatta sebagai wakil presiden.
4. Pekerjaan presiden untuk sementara waktu dibantu oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang kemudian menjadi komite Nasional.
Dengan terpilihnya presiden dan wakilnya atas dasar Undang-Undang Dasar 1945 itu, maka secara formal Indonesia sempurna sebagai sebuah Negara, sebab syarat yang lazim diperlukan oleh setiap Negara telah ada yaitu adanya:
a. Rakyat, yaitu bangsa Indonesia,
b. Wilayah, yaitu tanah air Indonesia yang terbentang dari sabang hingga ke merauke yang terdiri dari 13.500 buah pulau besar dan kecil.
c. Kedaulatan yaitu sejak mengucap proklamasi kemerdekaan Indonesia,
d. Pemerintah yaitu sejak terpilihnya presiden dan wakilnya sebagai pucuk pimpinan pemerintahan Negara.
Dalam perjalanan sejarah, konstitusi Indonesia telah mengalami beberapa kali pergantian baik nama maupun substansi materi yang dikandungnya. Perjalanan sejarah konstitusi Indonesia adalah:
1. Undang-Undang Dasar 1945 yang masa berlakunya sejak 18 Agustus 1945-27 Desember 1949
2. Konstitusi Republik Indonesia Serikat yang lazim dikenal dengan sebutan konstitusi RIS dengan masa berlakunya sejak 27 Desember 1949-17 Agustus 1950
3. Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) Republik Indonesia 1950 yang masa berlakunya sejak 17 Agustus 1950-5 Juli 1959
4. Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan pemberlakuan kembali konstitusi pertama Indonesia dengan masa berlakunya sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959-sekarang.

B. AMANDEMEN UUD 1945
Pada dasarnya ada dua macam sistem yang lazim digunakan dalam praktek ketatanegaraan di dunia dalam hal perubahan konstitusi. Sistem yang pertama adalah bahwa apabila suatu konstitusi diubah, maka yang akan berlaku adalah konstitusi yang berlaku secara keseluruhan (penggantian konstitusi). Sistem ini dianut oleh hampir semua negara di dunia. Sistem yang kedua ialah bahwa apabila suatu konstitusi diubah, maka konstitusi yang asli tetap berlaku. Perubahan terhadap konstitusi tersebut merupakan amandemen dari konstitusi yang asli tadi. Dengan perkataan lain, amandemen tersebut merupakan atau menjadi bagian dari konstitusinya. Sistem ini dianut oleh Amerika Serikat.
Menurut C.F Strong ada empat macam prosedur perubahan kosntitusi:
1. Perubahan konstitusi yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan legislatif, akan tetap yang dilaksanakan menurut pembatasan-pembatasan tertentu. Perubahan ini terjadi melalui tiga macam kemungkinan.
Pertama, untuk mengubah konstitusi, sidang pemegang kekuasaan legislatif harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya sejumlah anggota tertentu (kuorum) yang ditentukan secara pasti.
Kedua, untuk mengubah konstitusi maka lembaga perwakilan rakyat harus dibubarkan terlebih dahulu dan kemudian diselenggarakan pemilihan umum. Lembaga perwakilan rakyat harus diperbaharui inilah yang kemudian melaksanakan wewenangnya untuk mengubah konstitusi.
Ketiga, adalah cara yang terjadi dan berlaku dalam sistem majelis dua kamar. Untuk mengubah konstitusi, kedua kamar lembaga perwakilan rakyat harus mengadakan sidang gabungan. Sidang gabungan inilah, dengan syarat-syarat seperti dalam cara pertama, yang berwenang mengubah kosntitusi.
2. Perubahan konstitusi yang dilakukan rakyat melalui suatu referendum. Apabila ada kehendak untuk mengubah kosntitusi maka lembaga negara yang diberi wewenang untuk itu mengajukan usul perubahan kepada rakyat melalui suatu referendum atau plebisit. Usul perubahan konstitusi yang dimaksud disiapkan lebih dulu oleh badan yang diberi wewenang untuk itu. Dalam referendum atau plebisit ini rakyat menyampaikan pendapatnya dengan jalan menerima atau menolak usul perubahan yang telah disampaikan kepada mereka. Penentuan diterima atau ditolaknya suatu usul perubahan diatur dalam konstitusi.
3. Perubahan konstitusi yang berlaku pada negara serikat yang dilakukan oleh sejumlah negara bagian. Perubahan konstitusi pada negara serikat harus dilakukan dengan persetujuan sebagian terbesar negara-negara tersebut. Hal ini dilakukan karena konstitusi dalam negara serikat dianggap sebagai perjanjian antara negara-negara bagian. Usul perubahan konstitusi mungkin diajukan oleh negara serikat, dalam hal ini adalah lembaga perwakilannya, akan tetapi kata akhir berada pada negara-negara bagian. Disamping itu, usul perubahan dapat pula berasal dari negara-negara bagian.
4. Perubahan konstitusi yang dilakukan dalam suatu konvensi atau dilakukan oleh suatu lemabag negara khusus yang dibentuk hanya untuk keperluan perubahan. Cara ini dapat dijalankan baik pada Negara kesatuan ataupun negara serikat. Apabila ada kehendak untuk mengubah konstitusi, maka sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dibentuklah suatu lembaga negara khusus yang tugas serta wewenangnya hanya mengubah konstitusi. Usul perubahan dapat berasal dari pemegang kekuasaan perundang-undangan dan dapat pula berasal dari pemegang kekuasaan perundang-undangan dan dapat pula berasal dari lembaga negara khusus tersebut. Apabila lembaga negara khusus dimaksud telah melaksanakan tugas serta wewenang sampai selesai,dengan sendirinya lembaga itu bubar.
Dalam kurun waktu 1999-2000, UUD 1945 mengalami empat kali perubahan yang ditetapkan dalam siding umum dan siding tahunan MPR:
a. Perubahan I diadakan pada tanggal 19 Oktober 1999
Pada amandemen ini, pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 9 pasal yaitu: Pasal 5 ayat (1), 7, 9 ayat (1) dan (2), 13 ayat (2) dan (3),14 ayat (1) dan (2), 15, 17 ayat (2) dan (3), 20 ayat (1), (2), (3) dan (4), 21 ayat (1)..
b. Perubahan II diadakan pada tanggal 18 Agustus 2000
Pada amandemen II ini, pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 24 pasal yaitu: Pasal 18 ayat (1) s/d (7), 18A ayar (1) dan (2), 18B ayat (1) dan (2), 19 ayat (1) s/d (3), 20 ayat (5), 20A ayat (1) s/d (4), 22A, SSB, 25A, 26 ayat (2) dan (3), 27 ayat (3), 28A, 28B ayat (1) dan (2), 28D ayat (1) s/d (4), 28E ayat (1) s/d (3), 28F, 28G ayat (1) dan (2), 28H ayat (1) s/d (4), 28I ayat (1) s/d (5), 28J ayat (1) dan (2), 30 ayat (1) s/d (5), 36A, 36B, 36C.
c. Perubahan III diadakan pada tanggal 9 November 2001
Pada amandemen III ini, pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 19 pasal yaitu: Pasal 1 ayat (2) dan (3), 3 ayat (1) s/d (3), 6 ayat (1) s/d (3), 6A ayat (1), (2), (3) dan (5), 7A, 7B ayat (1) s/d (7), 7C, 8 ayat (1) s/d (3), 11 ayat (2) dan (3), 17 ayat (4), 22C ayat (1) s/d (4), 22D ayat (1) s/d (4), 22E ayat (1) s/d (3), 23F ayat (1) dan (2), 23G ayat (1) dan (2), 24 ayat (1) dan (2), 24A ayat (1) s/d (5), 24B ayat (1) s/d (4), 24C ayat (1) s/d (6).
d. Perubahan IV diadakan pada tanggal 10 Agustus 2002
Pada amandemen IV ini, pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 17 pasal yaitu: pasal-pasal : 2 ayat (1), 6A ayat (4), 8 ayat (3), 11 ayat (1), 16 23B, 23D, 24 ayat (3), 31 ayat (1) s/d (5), 32 ayat (1) dan (2), 33 ayat (4) dan (5), 34 ayat (1) s/d (4), 37 ayat (1) s/d (5), Aturan Peralihan Pasal I s/d III, aturan Tambahan pasal I dan II.












BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Undang-Undang Dasar Negara merupakan batang tubuh sebuah Negara, yang merupakan ketentuan pokok dan salah satu sumber dari pada undang-undang yang disusun oleh Negara.
Konstitusi Indonesia telah mengalami beberapa kali pergantian baik nama maupun substansi materi yang dikandungnya. Perjalanan sejarah konstitusi Indonesia adalah:
1. Undang-Undang Dasar 1945 yang masa berlakunya sejak 18 Agustus 1945-27 Desember 1949
2. Konstitusi Republik Indonesia Serikat yang lazim dikenal dengan sebutan konstitusi RIS dengan masa berlakunya sejak 27 Desember 1949-17 Agustus 1950
3. Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) Republik Indonesia 1950 yang masa berlakunya sejak 17 Agustus 1950-5 Juli 1959
4. Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan pemberlakuan kembali konstitusi pertama Indonesia dengan masa berlakunya sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959-sekarang.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa amandemen I, II, III dan IV terhadap UUD 1945, maka sejak 10 Agustus 2002 Ketatanegaraan Republik Indonesia telah mengalami perubahan.



DAFTAR PUSTAKA
Asshiddiqie, Jimly. Artikel Kompas “Seharusnya Dibuat Naskah Baru UUD 1945”
Efendi, Sofian. Artikel “Reformasi aparatur negara pasca amandemen konstitusi”. Yogyakarta.
Rosyada, Dede, dkk. 2003. Pendidikan Kewargaan (Civic Education): Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah.
Ubaedillah, dkk. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan (civic education) Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani, , Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah.
Ubaidillah, dkk. 2000. Demokrasi, HAM&Masyarakat Madani. Jakarta: IAIN Jakarta press.
http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/23/tata-urutan-peraturan-perundang-undangan-republik-indonesia/

Jumat, 20 Mei 2011

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM LIRIK LAGU “TOMAT(TOBAT MAKSIAT)” PADA ALBUM INGAT SHOLAWAT KARYA WALI BAND

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM
DALAM LIRIK LAGU “TOMAT(TOBAT MAKSIAT)”
PADA ALBUM INGAT SHOLAWAT KARYA WALI BAND




Proposal Skirpsi Ini Dibuat Guna Memenuhi Tugas Individu
Mata Kuliah : Metode Penelitian Pendidikan
Dosen Pengampu : Dra. Sri Sumarni
Disusun Oleh:
Masriah ( 09410085 )

PAI F

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2011































NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM
DALAM LIRIK LAGU “TOMAT(TOBAT MAKSIAT)”
PADA ALBUM INGAT SHOLAWAT KARYA WALI BAND


A. LATAR BELAKANG MASALAH

Musik pada hakikatnya adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi sebagai media penciptaannya. Seni atau berkesenian pada dasarnya adalah hasil rekayasa (ciptaaan) manusia. Namun, rasa seni bukanlah hasil rekayasa. Rasa itu ada dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari diri setiap manusia. Musik dapat memberi perubahan dalam diri individu manusia, bahkan dapat membentuk karakter manusia, sejak manusia itu masih dalam rahim ibunya. Musik adalah cerminan sekaligus corong dunia. Dengan musik seorang dapat melihat dunia sekaligus bersuara kepada dunia. Musik Barat diilhami dengan budaya Barat, musik Melayu diilhami dari budaya Melayu, Musik Islam diilhami dari agama Islam. Karenanya, musik tidak lagi menjadi hiburan, melainkan mengandung nilai-nilai.
Dengan pemahaman demikian, maka dapat dicermati fenomena pembaratan dunia lewat musik, khususnya ke wilayah berpenduduk mayoritas Islam. Lewat musik, pendengar muslim dan muslimah disuguhi dengan budaya Barat secara terus menerus sehingga semakin lama semakin terpengaruhi untuk mengikutinya. Pendidikan harus tampil sebagai counter sekaligus bertanggung jawab mewujudkan masyarakat yang didalamnya tercermin nilai-nilai dan etika yang di junjung tinggi.
Dalam konteks islam, arah pendidikan terdiri dari intelektualitas, moralitas dan profesionalitas.Dengan demikian, maka pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang mutlak dibutuhkan. Karena dengan pendidikan efek negative yang timbul dari arus modern akan dapat dibendung atau paling tidak dapat diminimalkan. Pendidikan bukanlah suatu aktivitas yang bebas nilai ,melainkan suatu misi sadar yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaan terhadap moralitas dan hokum adalah salah satu hal penting yang harus dikembangkan dalam dunia pendidikan, disamping pengembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
Pendidikan Islam memberikan tekanan sangat besar pada pengembangan aspek moralitas disamping aspek-aspek lainnya seperti intelektualitas dan profesionalitas. Hal ini dikarenakan pendidkan islam menekanakan pada pembentukan manusia yang berakhlak mulia.
Arah pendidikan diatas menunjukkan nilai ajaran pendidikan Islam yang sebenarnya tidaklah menolak ilmu pengetahuan dan tehnologi karena tidak bias diingkari eksistensi pendidikan islam senantiasa bersentuhan dengan realitas yang mengitarinya.
Tradisi pemikiran islam mengambil sikap terbuka kepada ilmu pengetahuan dan tehnologi sebagaimana sikap kaum muslimin yang spontan menghargai, mengadaptasi dan memanfaatkan ilmu pengetahuan. Namun sikap terbuka itu harus senantiasa diimbangi dengan usaha untuk menjunjung tinggi nilai, harkat dan moralitas kemanusiaan, mengingat ajaran islam sebagai agama kemanusiaan.
Pendidikan merupakan sarana penyebaran nilai-nilai ajaran agama yang menjadi medium bagi terjadinya transformasi nilai dan ilmu pengetahuan yang berfungsi sebagai pencetus corak kebudayaan dan peradaban manusia.Pendidikan juga diarahkan sebagai upaya pengembangan dan pembinaan seluruh potensi manusia tanpa terkecuali serta tanpa prioritas dari sejumlah potensi yang ada, sehingga manusia mampu menghadapi tantangan zamannya. Maka jelas pendidikan adalah kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi.
Hakikat dari pendidikan Islam adalah pendidikan akhlak, sebagaimana yang dikatakan Muhammad Athiyah al-Aabrasyi bahwa hakikat pendidikan islam adalah seperti apa yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh nabi Muhammad S.A.W, yaitu pembentukan moral yang tinggi tanpa mengabaikan pendidikan jasmani, akal dan ilmu praktis.
Diantara sumber-sumber yang menjadi dasar serta rujukan pendidikan islam adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dari sumber itulah kemudian terurai nilai-nilai pendidikan Islam yang hendak di transformasikan. Penulis melihat bahwa nilai-nilai pendidikan islam tidak saja dapat ditemukan dari Al-Qur’an dan Al-Hadits, namun juga dari teks-teks karya sastra manusia. Hal ini berangkat dari asumsi bahwa dalam sebuah karya sastra apapun bentukya selalu disisipkan sejumlah nasehat. Sedang untuk dapat menemukan pesan apa yang disampaiakan akan sangat terkait dengan kritik sastra.
Salah satu hal yang terpenting dalam sebuah musik adalah keberadaan lirik lagunya, karena melalui lirik lagu pencipta atau biasa disebut dengan musisi ingin menyampaikan pesan yang merupakan ekspresi terhadap apapun yang ia rasakan terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar, dimana ia ikut berinteraksi di dalamnya. Jadi sebuah lirik lagu bukanlah rangkaian kata-kata indah semata, tetapi lebih dari itu lirik lagu merupakan representasi dari realitas yang dilihat atau dirasakan oleh si pencipta. Realitas inilah yang mengilhami seorang pencipta dalam membuat lirik lagu. Salah satu realitas yang ada di masyarakat kita saat ini dan yang menarik perhatian penulis adalah fenomena religius.
Berkembangnya nilai-nilai religius tidak hanya dapat dijumpai pada tayangan atau sinetron televisi, tetapi juga pada musik dan lagu. Nuansa-nuansa musik religi kini menjadi lebih cair. Bahkan Opick dengan lagu-lagu religinya berhasil mendapatkan platinum. Dan dapat dilihat juga bagaimana group band GIGI, Ungu, Wali, ataupun Slank, tidak canggung dalam menyanyikan lagu-lagu yang bernafaskan religius. Dan yang lebih menarik mereka membawakannya dengan corak musik yang memang menjadi ciri khas mereka sebelumnya. Menurut musisi Dwiki Darmawan, perkembangan tembang-tembang religius dari musisi tanah air menandakan kesadaran beragama yang meningkat di kalangan musisi tidak hanya pada saat bulan Ramadhan dan lebaran saja, tetapi kebutuhan manusia dalam mencari “keseimbangan” antara emosional dan spiritual adalah sepanjang hidupnya.
Lirik sebuah lagu merupakan kunci utama meski tidak dipungkiri sentuhan musik tidak kalah pentingnya untuk menghidupkan lagu tersebut secara keseluruhan. Untuk menyampaikan sebuah pesan tidak hanya tulisan yang dijadikan acuan sebagai tanda untuk berinteraksi dalam menyikapi pesan tersebut, tapi makna yang terkandung di dalam pesan tersebut yang bisa menggugah. Dan bukan hanya instrument ataupun vokalika yang mendukung tapi faktor moment ketika pesan itu kapan harus disampaikan.
Demikian halnya dengan musik sebagai sumber inspirasi. Dalam keadaan senang, sedih dan jatuh cinta, musik bisa menjadi motivator tersendiri. Beranjak dari pola pikir semacam itu, Wali Band grup musik bergenre lokal pop kreatif yang terbentuk pada 31 Oktober 1999 memberanikan diri menggapai mimpi untuk eksis berkarya dalam blantika musik Indonesia dengan meluncurkan album debut bertajuk “Orang Bilang” 26 Maret 2008 di Nagaswara. Digawangi Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomi (drum), Ovie ((keyboard & synt), serta NuNu (bass), Wali mengandalkan lagu Dik sebagai hit single selain beberapa single seperti Emang Dasar, Orang Bilang, Tetap Bertahan dan Egokah Aku, sedangkan bintang sinetron Shireen Sungkar didaulat menjadi model video klipnya. Lagu Dik yang bercerita tentang ungkapan kasih sayang abadi seorang terhadap pasangannya ditulis Apoy sebagai songwriter.
Semenjak mendapat respon yang luar biasa, Wali dianggap berhasil menancapkan karirnya di scene musik lokal. Terbukti, tiga single yang diluncurkan di album Orang Bilang, yaitu Dik, Egokah Aku, Emang Dasar & Aku sakit berhasil memikat banyak orangnya. Terbukti, angka aktivasi Ringbacktone (RBT) tembus hingga 4 juta download lebih. Hasil ini tentunya menjadi sebuah prestasi yang tidak bisa dipandang remeh.
Wali sendiri berasal dari kata yang amat memasyarakat yang berarti wakil. Dinamakan Wali karena salah satunya mudah diucapkan oleh semua orang. Sisi lainnya adalah Wali dengan segala keterbatasan yang ada berharap bisa mewakili segenap perasaan dan curahan hati manusia. Dan di tengah-tengah persaingan produksi musik, syair lagu yang ditelorkan Band Wali memiliki makna. Tidak cuma sekedar menulis dan menyanyi, tapi setiap lagunya berisi ajakan ke hal-hal positif. Meskipun kita kadang tidak memperdulikan pesan lagunya, tapi setidaknya Wali ini sudah menunaikan perannya sebagai anak band jebolan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, yang disebut-sebut sebagai kampus Islam.
Tidak hanya mengeluarkan dua album tersebut saja, Wali juga mengeluarkan album bertema religi berjudul Ingat Sholawat untuk menyambut nuansa Ramadhan dengan baik dan benar. Single religi tersebut berjudul Mari Sholawat dan Tomat (Tobat Maksiat). Tanpa berusaha menggurui atau mendoktrin. Justru tampil dengan nuansa santai dengan aransemen musik yang mudah di cerna.
Bahkan di album ini, mereka juga meluncurkan idiom-idiom baru, yang juga mempunyai makna dan pesan yang kuat. Seperti tampak pada lagu bertitel ‘’Tomat (Tobat Maksiat)’’. Sebuah ajakan dengan nuansa yang ringan akan lebih cepat sampai dan lebih mudah diterima. Apalagi jika disisipkan dengan nuansa komedi. Ketertarikan peneliti memilih Wali sebagai obyek dalam penelitian ini adalah karena Wali merupakan salah satu grup band yang terbilang tidak baru di kanca permusikan Indonesia namun tetap memilki eksistensi yang baik dalam berkarir di dunia musik. Serta berbagai penghargaan yang mereka terima menandakan bahwa Wali banyak diminati oleh pecinta musik Indonesia.
Dari sekian banyak lirik lagu Wali, penulis tertarik untuk melakukan sebuah studi semiologi pada karya Wali yang berjudul “Tomat (Tobat Maksiat)” dalam album “Ingat Sholawat”. Sebagaimana syair lagunya:
Dengarlah hai sobat
Saat kau maksiat
Dan kau bayangkan ajal mendekat
Apa kan kau buat
Kau takkan selamat
Pasti dirimu habis dan tamat
Bukan ku sok taat
Sebelum terlambat
Ayo sama-sama kita taubat
Dunia sesaat
Awas kau tersesat
Ingatlah masih ada akhirat
Astafighrullahal’adzim
Reff:
Ingat mati, ingat sakit
Ingatlah saat kau sulit
Ingat ingat hidup cuman satu kali
Berapa dosa kau buat
Berapa kali maksiat
Ingat ingat sobat ingatlah akhirat
Cepat ucap astafighrullahal’adzim
Pandanglah ke sana
Lihat yang di sana
Mereka yang terbaring di tanah
Bukankah mereka
Pernah hidup juga
Kita pun kan menyusul mereka
Begitulah kiranya syair lagu Wali yang berjudul “Tomat (Tobat Maksiat)” yang memiliki nilai-nilai keislaman yang mengajak pada umat Islam khususnya untuk bertobat dan menjauhi maksiat serta kembali ke jalan yang benar karena kita harus ingat akan adanya siksa di akhirat.



B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang masalah tersebut, dapat dirumuskan beberapa pokok masalah sebagai berikut:
1. Nilai-nilai pendidikan Islam apa saja yang terkandung dalam Lirik Lagu “Tomat (Tobat Maksiat)” yang dipopulerkan oleh grup band Wali”?
2. Bagaimanakah Relevansi Nilai-nilai pendidikan Islam dalam Lirik Lagu “Tomat (Tobat Maksiat)” dengan pendidikan Islam?

C. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengkaji dan meneliti nilai-nilai pendidikan Islam apa saja yang terkandung dalam Lirik Lagu “Tomat (Tobat Maksiat)” yang dipopulerkan oleh grup band Wali”?
b. Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam Lirik Lagu “Tomat (Tobat Maksiat)” dan relevansinya terhadap pendidikan Islam?
2. Manfaat Penelitian
a. Manfaat teoritis
Hasil dari penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberikan masukan pada perkembangan serta pendalaman studi komunikasi mengenai analisis semiologi pada lirik lagu.
b. Manfaat praktis
Membantu pembaca dan penikmat musik dalam memahami lirik lagu “Tomat (Tobat Maksiat)” yang dipopulerkan oleh Wali band, dan diharapkan dapat menjadi kerangka acuan bagi pencipta musik agar semakin kreatif dalam menggambarkan suatu lirik lagu.
E. TINJAUAN PUSTAKA
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurnya penciptaanya, dibandingkan dengan manhluk yang lain. Kelebihan tersebut adalah manusia mempunyai akal, intuisi dan imajinasi, sehingga manusia mampu berkarya, berbudaya dan berperadaban khususnya dalam bentuk sastra.
Beberapa tulisan tentang kritik sastra banyak ditemukan di berbagai literatur baik buku, skripsi, majalah, dll. Beberapa literatur yang penulis temui dalam kaitannyya dengan Skripsi ini antara lain:
1. Skripsi berjudul “Nilai-nilai pendidikan Islam dalam Syair Nashid Raiha” Karya Nadhiroh, jurusan Pendidikan Agama Islam mahasiswa fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2007. skripsi ini berisikan tentang senandung rasa syukur dan semangat keislaman serta mengajak perilaku baik.
2. Skripsi berjudul "Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Syair Lagu Rhoma Irama" karya Syukron Makmun, mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang mengungkap nilai-nilai pendidikan Islam secara menyeluruh, baik dari sisi aqidah, syari'ah maupun akhlak.
3. Skripsi berjudul “ Representasi Dakwah Dalam Lirik Lagu “ TOMAT (Tobat Maksiat” pada album Ingat Sholawat Karya Wali band, karya Dinny Arisoffi Wulandari UPN “VETERAN” Jawa Timur Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Jurusan Ilmu Komunikasi, 2010. Berisikan tentang pesan dakwah yang disampaikan kepada setiap manusia untuk kembali ke jalan Tuhan dan menjauhi segala larangan-Nya.


F. LANDASAN TEORI
para ahli sering menyebutkan bahwa pendidikan Islam sebagai pendidikan nilai, yaitu upaya menstranformaskan nilai-nilai yang dikandung dalam pokok-pokok ajaran Islam ke dalam kepribadian peserta didik agar menjadi insan kamil. Konsep-konsep tersebut antara lain:
1. Nilai
Nilai adalah suatu makna yang terkandung dari setiap perilaku. Nilai adalah suatu penetapan atau suatu kualitas suatu objek yang menyangkut suatu jenis minat. Pendapat lain menyatakan nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah segala sesuatu ketentuan yang telah disepaki oleh manusia menyangkut kualitas suatu objek.
2. Pendidikan Islam
Dalam Bahasa Arab, ditemukan beberapa istilah yang berkaitan dengan konsep pendidikan. Bahwa kata ta’lim berasal dari kata ‘allama yang diambil dari bahasa Arab, lebih sepadan diartikan sebagai pengajaran. Kemudian menurutnya kata ta’dib yang dipopulerkan oleh Syed Muhammad Naqib al-Attas. Kata ini seakar dengan kata tabyin, kata yang diperkenalkan oleh Ismail Raji al-Daruqi, yang pada umumnya bermakna penerangan, penjelasan, dan pencerahan manusia melalui kebenaran Ilahi. Kemudian menurutnya, selain itu kata tarbiyah, diungkapkan oleh al-Maududi, berasal dari kata ¬al-rabb di dalam al-Qur’an bisa bermakna pendidikan, bantuan, peningkatan, menghimpun, memobilisir, mempersiapkan, tanggung jawab, perbaikan, pengasuhan, keagungan, kepemimpinan, wewenang pelaksanaan perintah.
Secara bahasa pendidikan berasal dari bahasa Arab yaitu: “tarbiyah“ dengan kata kerja “¬rabb”. Sedangkan pendidikan Islam adalah “Tarbiyah Islamiyah”.
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Lebih lanjut dalam undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab 1 pasal 1 ayat 1 dikemukakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu usaha yang diwujudkan secara sadar dan terencana untuk mendewasakan orang lain agar memiliki potensi yang berkualitas dan bermanfaat bagi diri, masyarakat bangsa dan negara serta memberikan arah hidup yang lebih baik.
Pendidikan Islam adalah upaya sadar untuk mengubah tingkah laku individu dan kehidupannya ke arah yang lebih baik dan berarti. M. Arifin memaparkan pendidikan Islam adalah sebuah yang secara operasional yaitu menjaga, memperbaiki, dan menumbuhkan, membina manusia kepada kehidupan yang lebih baik dan mengangkat derajat.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam adalah sebuah upaya terencana dalam membentuk kepribadian manusia muslim untuk mengubah tingkah lakunya ke arah yang lebih baik atas dasar nilai-nilai ajaran Islam demi mengangkat derajat.
Pendidikan menurut Hasan Langgulung dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu, dari sudut pandang individu dan masyarakat. Dari sudut individu pendidikan diartikan sebagai upaya untuk mengembangkan potensi individu, sedangkan dari sudut masyarakat pendidikan merupakan pewarisan nilai –nilai budaya oleh generasi tua kepada generasi muda.

3. Nilai-nilai Pendidikan Islam
Jika menelaah kembali pengertian pendidikan Islam, terdapat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya , yaitu:
a. Nilai Aqidah (keyakinan) berhubungan secara vertikal dengan Allah SWT (Hablun Min Allah)
b. Nilai Syari’ah (pengalaman) implementasi dari aqidah hubungan horizontal dengan manusia (Hablun Min an-Naas).
c. Nilai Akhlaq (etika vertika horizontal) yang merupakan aplikasi dari aqidah dan muamalah.
Menurut Zakiah Drajat salah satu dari empat nilai pokok yang ingin disampaikan melalui proses pendidikan Islam yaitu nilai-nilai esensial. Menurutnya, nilai esensial adalah nilai yang mengajarkan bahwa ada kehidupan lain setelah kehidupan di dunia ini, untuk memperoleh kehidupan ini perlu ditempuh cara-cara yang diajarkan agama yatiu lewat pemeliharaan hubungan yang baik dengan Allah dan sesama manusia. Jadi, peneliti dapat menyimpulkan bahwa ada dua nilai yang akan ingin ditanamkan melalui proses pendidikan dalam ajaran agama Islam yaitu: nilai tentang ketaatan kepada Allah SWT dan nilai yang mengatur hubungan sesama manusia.
Dalam konteks ini, nilai yang dimaksudkan adalah nilai-nilai keislaman yang bersumber dari ajaran Islam. Beberapa penerapan langsung dalam konteks Pendidikan Islam adalah nilai-nilai yang mewujud dalam konsep ahlaqul karimah.
Sementara itu, pendidikan Islam adalah bimbingan terhadap pertumbuhan jiwa rohani dan jasmani seseorang menurut ajaran Islam dengan hikmah, mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengawasi berlakunya suatu ajaran. Pendidikan Islam diartikan sebagai usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadi, social, serta alam sekitarnya, melalui proses pendidikan yang dilandasi dengan nilai-nilai islami. Dengan kata lain, pendidikan Islam adalah proses transformasi dan internalisasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pada diri anak melalui penumbuhan dan pengembangan potensi fitrahnya guna mencapai keselarasan dan kesempurnaan hidup dalam segala aspeknya.
Dari definisi diatas, maka pendidikan Islam merupakan transformasi dan internalisasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pada anak didik melalui penumbuhan dan pengembangan rohani dan jasmani guna mencapai keselarasan dan kesempurnaan hidup yang dilandasi nilai-nilai Islami. Adapun nilai pendidikan tersebut adalah meliputi pikiran, perasaan dan tindakan manusia bersumber dari konsep tujuan pendidikan Islam. Disini penulis mengasumsikan bahwa lagu TOMAT ”Tobat Maksiat” terdapat nilai-nilai pendidikan Islam.


G. Metode Penentuan Obyek Penelitian
Obyek penelitian dalam penulisan ini adalah lirik lagu “Tobat Maksiat” pada album Ingat Sholawat Karya Wali band, karya group band Ungu berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan Islam.
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis termasuk dalam jenis penelitian pustaka, yaitu penelitian yang berusaha menghimpun data dari penelitian literature dan menjadikan ‘dunia teks’ sebagai obyek utama analisisnya.
Dalam penelitian ini penekanannya pada studi mengenai materi dan nilai-nilai pendidikan Islam dalam lirik lagu “TOMAT (Tobat Maksiat)” pada album Ingat Sholawat Karya Wali band, serta relevansinya dengan Pendidikan Islam, dengan menngumpulkan data-data dan konsep yang ada keterkaitannya, kemudian dituturkan dianalisis, diklasifikasikan, dan ditarik kesimpulan. Penelitian ini terutama dilakukan melalui media audio visual, yaitu lirik lagu “TOMAT (Tobat Maksiat)” pada album Ingat Sholawat Karya Wali band.



2. Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan dua metode dalam pengumpulan datanya:
Pertama, metode dokumentasi, yaitu penulis menghimpun data dari berbagai literatur, baik perpustakaan maupun dari tempat-tempat lain, seperti browsing internet. Dokumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi kata-kata yang diambil dari buku, majalah, surat kabar dan lain-lain yang berkaitan dengan lirik lagu “TOMAT (Tobat Maksiat)” pada album Ingat Sholawat Karya Wali band.
Kedua, Metode observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan menggunakan indra, terutama indra pendengaran dan penglihatan. Observasi sendiri dapat diartikan pencatatan dan pengamatan secara sistematis terhadap gejala-gejala yang diselidiki. Metode ini digunakan peneliti untuk mendengarkan lagu “TOMAT (Tobat Maksiat)” dan melihat video klipnya. Pada album Ingat Sholawat Karya Wali band, sebagai acuan makna dan falsafah nilai islami dalam lagu tersebut.
3. Metode Analisis Data
Setelah data terkumpul, kemudian di analisis dengan menggunakan metode pendidikan Islam pendekatan tersebut menggunakan sistem multiple approach. Diantaranya adalah: pertama, Pendidikan religius. Bahwa dalam lagu “TOMAT (Tobat Maksiat)” pada album Ingat Sholawat Karya Wali band terdapat nilai religi (Islam) mengingatkan pada semua untuk taubat dan adanya tiap manusia mengalami kematian, kedua Pendekatan scientific, bahwa manusia memiliki kemampuan kognitif dan afektif yang harus ditumbuh kembangkan.
Dalam proposal skripsi ini, penulis menyimak dan memahami syair-syair lagu “TOMAT (Tobat Maksiat)” pada album Ingat Sholawat Karya Wali band, yang menjadi sound track sinetron “Islam KTP” di SCTV, kemudian mengerai makna yang dikandungnya berdasarkan nilai-nilai Islam.
Sedangkan analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran dan melaporkan apa adanya dengan proses analisis dari data-data yang diperoleh dari hasil penelitian . Dalam konteks ini penulis mendiskripsikan lagu “TOMAT (Tobat Maksiat)” pada album Ingat Sholawat Karya Wali band untuk menemukan karakteristik pesan islami.
Langkah-langkah analisisnya adalah sebagai berikut:
Pertama, penulis mengkategorikan data yang ada dalam lagu “TOMAT (Tobat Maksiat)” pada album Ingat Sholawat Karya Wali band dipandang mengandung nilai-nilai Pendidikan Islam.
Langkah Kedua, penulis mengklasifikasikan lagu “TOMAT (Tobat Maksiat)” pada album Ingat Sholawat Karya Wali band kedalam 3 kategori, (1) syair lagu yang berhubungan dengan nilai-nilai keimanan (2) nilai ibadah (3) dan tentang akhlak, ketiga, mengkolaborasikan ke-3 nilai tersebut secara acak.
Kategori keimanan , yaitu Astafighrullahal’adzim, akhirat, taubat, taat, Kategori Ibadah Ingat mati, ingat sakit, Ingatlah saat kau sulit, Ingat ingat hidup cuman satu kali, kategori Akhlak, Dengarlah hai sobat, Saat kau maksiat, Ayo sama-sama kita taubat.

H. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Untuk memberikan gambaran pembahasan secara menyeluruh dan sistematis dalam proposal ini, akan di deskripsikan sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, kajian pustaka, landasan teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.
BAB II Berisi tentang biografi Wali Band, latar belakang sosial, serta karya-karya yang pernah dihasilkan.
BAB III Penulis mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan Islam, yang meliputi pengeertian umum, komponen dasar dan nilai-nilai pendidikan Islam.
BAB IV Berupa analisis lagu “TOMAT (Tobat Maksiat)” pada album Ingat Sholawat Karya Wali band dengan metode Pendidikan Islam.
BAB V Penutup, berisi kesimpulan hasil penelitian dan kata penutup.

























DAFTAR PUSTAKA

Al-Syaibani, Muhammad, Omar, al-Toumi. 1979. Filsafat Pendidikan Islam. terj Hasan Langgulung. Yogyakarta: Bulan Bintang.
Arikunto, Suharsini. 1993. Prosedur Penelitian. Jakarta:Rineka Cipta.
Haitami, Salim, Moh. dan Mahrus, Erwin. 2009. Filsafat Pendidikan Islam. Pontianak: STAIN Pontianak Press.
H.M Arifin. 1993. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
http://id.shvoong.com/humanities/religion-studies/2132448-macam-macam-metode-pendidikan-islam/#ixzz1Mg4huxiD
Moloeng, Lexy, J. 2000. Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Muhaimin dan Mujib, Abdul 1993. Pemikiran Pendidikan Isla. Bandung: Trigenda.
Sarjono dkk. 2004. Panduan Penulisan Skripsi. Yogyakarta: jurusan PAI Fak. Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga.
Tim Penyusun Kamus. 1994. Kamus besar bahasa Indonesia.
Yulis, Rama. 1994. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: PT. Kalam Mulia.

Senin, 27 Desember 2010

SEKULARISME " MUSTAFA KEMAL"

MUSTHAFA KEMAL
SEKULERISME

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok
Mata kuliah PMDI
Dosen Pengampu : Drs. Abdul Malik




Disusun oleh:

Evi Hidayatin Ni’mah 09410081
Haris ilmawati 09410083
Masri’ah 09410085
Miftahul Husnia 09410090
Wirda Maghfiroh 09410091

FAKULTAS TARBIYAH dan KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2010

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Doktrin sekularisme dan nasionalisme telah mengakar dalam lapisan masyarakat dan birokrasi di Turki. Hal ini karena doktrin tersebut dimasukkan dalam program partai rakyat republic dan konstitusi Turki tahun 1924.
Mustafa Kemal mengambil jalan reformasi di Turki dengan menggabungkan antara sekularisasi dan westernisasi yang ia sebut sebagai konsep baru modern Turki.
Dalam melakukan pembaharuan di Turki, Mustafa Kemal tidak hanya dipengaruhi oleh golongan nasionalis Turki, tapi juga dipengaruhi oleh ide golongan Barat, sehingga pembaharuan adalah westernisasi yaitu mengubah peradaban dan kebudayaan Turki dengan mengambil peradaban Barat.
Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Mustafa Kemal secara langsung berorientasi kepada upaya untuk meningkatakan peradaban Turki pada tingkat peradaban bangsa-bangsa Barat yang sudah maju dalam segala hal. Ia menerangkan bagwa bangsa Turki adalah bangsa Barat yang akan berusaha untuk melampaui tingkat peradaban Barat.

B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas dapat dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang melatar belakangi pemikiran Musthafa Kemal?
2. Apa pengertian sekularisme di Turki menurut Mustafa Kemal?
3. Bagaimana dampak dan hikmah sekularisme di Turki?






























BAB II
PEMBAHASAN

A. SEJARAH HIDUP MUSTHAFA KEMAL

Seorang pemimpin Turki baru, yang menyelamatkan kerajaan Usmani dari kehancuran total yang disebabkan penjajahan Eropa. Ialah pencipta Turki modern dan atas jasa-jasanya, ia mendapat gelar Attaturk ( Bapak Turki ). Beliau Mustafa Kemal Ataturk lahir di Salonika pada tahun 1881. Orang tuanya bernama Ali Riza seorang pegawai biasa disalah satu kantor pemerintah di kota itu, sedangkan ibunya bernama Zubayde, seorang wanita yang amat dalam perasaan keagamaannya.
Pada mulanya Mustafa, atas desakan ibunya dimasukkan di Madrasah, tetapi karena tidak merasa senang belajar di sana, ia selalu melawan guru. Ia kemudian dimasukkan orang tuanya ke sekolah dasar modern di Salonika. Dalam usia empat belas tahun ia tamat belajar disekolah ini dan meneruskan pelajaran pada sekolah latihan militer di kota Monastir dan pada 13 Maret 1899 ia masuk ke sekolah ilmu militer di Istambul sebagai kadet pasukan infanteri. Tahun 1902 ia ditunjuk menjadi salah satu staf pengajar dan pada bulan Januari 1905 ia lulus dengan pangkat kapten.
Selama belajar, Mustafa Kemal sudah mulai kenal dengan politik melalui seorang temannya bernama Ali Fethi. Atas dorongan sahabatnya ini beliau memperkuat dan memperdalam pengetahuan tentang bahasa Perancis, sehingga ia dapat membaca kerangka filosof-filosof Perancis seperti Roussean, Voltaire, Auguste Comte, Montesquien, dll. Di samping itu sejarah dan sastra juga menarik perhatiannya.
Masa studi Mustafa Kemal di Istambul adalah masa meluasnya tantangan terhadap kekuasaan absolut Sultan Abdul Hamid dan masa pembentukan perkumpulan-perkumpulan rahasia bukan di kalangan politisi saja, tetapi juga di kalangan pemuda di sekolah-sekolah militer. Mustafa dan teman-temannya pernah membentuk suatu komite rahasia dan menerbitkan surat kabar tulisan tangan yang mendukung kritik terhadap pemerintahan Sulthan. Sesudah selesai studi, beliau tidak meninggalkan kegiatan politik sehingga beliau akhirnya bersama dengan beberapa teman ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara untuk beberapa bulan. Kemudian mereka dibebaskan, tetapi diasingkan ke luar Istambul. Beliau sendiri dan bersama seorang sahabatnya Ali Puad diasingkan ke Suria.
Di Damsyik ia juga tidak melepaskan diri dari kegiatan politik, dan selalu mengadakan perjumpaan dengan pemuka - pemuka yang dibuang di kota ini. Di tahun 1906 mereka membentuk perkumpulan Vatan ( tanah air ). Mustafa Kemal dalam kedudukannya sebagai perwira yang dapat berkunjung ke kota - kota lain, memberi bantuan dalam membentuk cabang-cabang di Yaffa, Yerusalem, dan Beirut. Kemudian dia melihat bahwa di daerah ini revolusi Turki tidak akan bias muncul, karena penduduknya berbangsa Arab dan juga karena terletak agak jauh dari Istambul tempat yang strategis ialah Salonika. Cuti sakit yang diperolehnya, ia pakai untuk berkunjung ke kota tempat ia lahir itu. Di sana ia berhasil membentuk cabang dari perkumpulan yang didirikan di Damsyik. Namanya di robah menjadi vatar Ve Hurriyet ( tanah air kemerdekaan )
Di tahun 1907 ia dipindahkan ke Salonika untuk bekerja di satf umum. Dalam pada itu perkumpulan persatuan dan kemajuan telah dibentuk dan berpusat di kota ini. Perkumpulan baru itu lebih besar pengaruhnya dari perkumpulan Vatar ve Hurriyet. Mustafa Kemal melihat tidak ada jalan lain baginya kecuali turut menggabungkan diri dalam gerakan persatuan dan kemajuan. Dalam Revolusi 1908 ia tidak mempunyai peranan, karena tidak dapat menandingi pemimpin-pemimpin senior seperti Enver, Talat, Jemal dan lain-lain.





B. FAHAM SEKULARISME MENURUT MUSTHAFA KEMAL
Dasar-dasar pemikiran pembaharuan Mushtafa Kemal diantaranya adalah sekularisasi. Yang dimaksud dengan sekularisasi yaitu memisahkan urusan bernegara dari campur tangan agama. Mereka
memandang bahwa turut campur tangannya islam dalam berbagai kehidupan keduniaan justru akan membawa kemunduran islam itu sendiri. Oleh karena itu tradisi ulama’ yang banyak mencampuri soal-soal pemerintahan harus dihentikan dan diganti dengan kekuasaan yang berada di tangan rakyat.
Walaupun demikian, sekularisasi yang dijalankan oleh Mustafa Kemal tidak menghilangkan agama. Sekularisasinya berpusat pada golongan ulama’ dalam soal Negara dalam soal politik. Menurut Musthafa Kemal suatu peradaban terletak pada keseuruhannya, bukan dalam bagia-bagian tertentu saja. Peradaban barat dapat mengalahkan peradaban-peradaban lain bukan hanya karena kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologinya saja, tetapi karena keseluruhan unsure-unsurnya dan bukan unsure baiknya saja, tetapi juga unsure yang tidak baiknya. Peperangan antara Barat dan Timur adalah peperangan antara dua peradaban yaitu peradaban Barat dan peradaban Islam. Dalam peradaban Islam agama mencakup segala-galanya mulai dari pakaian, perkakas rumah, sekolah dan institusi. Menurut Mustafa Kemal turut campurnya Islam dalam segala lapangan kehidupan inilah yang membawa kepada kemunduran Islam, sedangkan Barat dengan sekularismenya menimbulkan peradaban yang tinggi, sehingga Mustafa Kemal berpendapat bahwa rakyat Turki harus mengadakan sekulerisasi terhadap pandangan keagamaan.
Dengan terbentuknya Negara sekuler Turki, bersama itu juga dikeluarkan berbagai peraturan atau undang-undang baru. Sekulerisasi yang dilakukan oleh pemerintahan Mustafa Kemal

psikologi perkembangan usia 0-2 tahun

LAPORAN PENELITIAN
AKTIVITAS ANAK USIA 0-2 TAHUN

Laporan Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mandiri
Mata kuliah Psikologi Perkembangan
Dosen Pengampu : Drs. Ichsan, M.Pd






Disusun oleh:

Masri’ah 09410085
Prodi PAI/F

FAKULTAS TARBIYAH dan KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2010


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Anak adalah aset yang sangat berharga bagi sebuah Negara. Anak akan menjadi generasi penerus yang pada masa nanti akan menentukan perkembangan suatu Negara. Anak-anak yang terdidik dan berkualitas secara intelektual, mental dan spiritual akan berkembang menjadi orang dewasa yang berkompetendan menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga kelangsungan dan martabat Negara dapat terjamin.
Menurut Jean Jeaques Russeau dalam bukunya yang terkenal yaitu “Emile eu du I’education pada usia 0-2 tahun adalah masa asuhan. Masa ini merupakan peletakan dasar bagi kehidupan anak, oleh karena pada tahun ini terletak dasar-dasar kebanyakan pola tingkah laku, pola-pola yang mengungkapkan emosional terbentuk pada masa ini.
Masa bayi juga merupakan usia yang ‘’menarik’’. Ketakberdayaan anak dari ketergantungannya sangat menarik bagi orang yang dewasa maupun bagi anak-anak lainnya yang lebih tua. Pada masa ini anak mudah dikendalikan.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana aktivitas anak pada usia 0-2 tahun?
2. Apa yang membedakan anak laki-laki dan perempuan pada usia 0-2 tahun?

C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang diharapkan dari laporan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui aktivitas anak pada usia 0-2 tahun
2. Untuk mengetahui perbedaan mendasar antara anak laki-laki dan perempuan pada usia 0-2 tahun

D. MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat yang diharapkan bagi penulis pada laporan penelitian aktivitas anak usia 0-2 tahun adalah:
3. Laporan penelitian disusun untuk memenuhi tugas individu mata kuliah psikologi perkembangan.
4. Menambah pengalaman dan pengetahuan ilmu tentang dunia anak, khususnya sebagai calon ibu.
5. Untuk pembelajaran dan observasi lapangan tentang dunia anak secara langsung.





















BAB II
METODE PENELITIAN

A. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN
Dalam penelitian aktivitas anak usia 0-2 tahun, penulis menggunakan pendekatan kualitatif yang lebih menekankan pada analisis pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antara bayi laki-laki dan perempuan pada usia 0-2 tahun yang diamati.

B. KEHADIRAN PENELITI
Peneliti dalam melakukan penelitian dengan berkunjung langsung kerumah subjek yang diteliti atau mengamati anak ketika melakukan aktivitas di luar rumah yang di dampingi oleh orang tua. Jadi, peneliti menanyakan langsung tentang kegiatan anak kepada orang tua. Penelitian di lakukan dari ahir November sampai desember awal.

C. LOKASI PENELITIAN
Lokasi penelitian anak usia 0-2 tahun pada laki-laki dan perempuan berada di daerah Jl. Babadan RT 15 RW 16 Banguntapan Bantul.

D. SUMBER DATA PENELITIAN
Dalam penelitian aktivitas anak usia 0-2 tahun, peneliti menggunakan data primer, dengan metode sebagai berikut:
1. Metode Pengamatan (Observasi)
Metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap subjek yang diteliti.
2. Metode Wawancara (Interview)
Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan cara mengajukan pertanyaan langsung kepada pihak yang bersangkutan (orangtua) untuk mencari keterangan yang ada hubungannya dengan subjek yang diteliti.


3. Metode Kepustakaan
Pengumpulan data dengan cara membaca buku dan browsing internet yang berhubungan dengan subjek yang diteliti.





























BAB III
PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL

A. LAPORAN PENELITIAN ANAK UMUR 0-2 PADA LAKI-LAKI
Di Daerah Tegal rejo Banguntapan Bantul, peneliti menemui anak usia 0-2 tahun dengan inisial Z. Usianya yang hampir 2 tahun, z ini sudah dapat berjalan, giginya sudah tumbuh meski hanya 8 (atas 4 bawah 4). Anehnya belum lancar berbicara, karena di umur 12 bulan ini si Z sudah dapat berjalan, jadi bicaranya agak begitu kurang lancar.
Z ini memiliki nafsu makan yang rendah, hanya minum air susu ibu (ASI) saja, meskipun si ibu mencoba mengasih makan sebagai pendamping ASI. Ibu si Z ini termasuk ibu yang sibuk sehingga anak diberi susu formula ketika di tinggal ibunya bekerja.
Si Z ini lebih condong ke perilaku bapaknya, karena ketika si Z bersamanya ibunya segala bentuk perilaku selalu di larangnya, sementara jika bersama bapaknya si Z ini lebih bisa leluasa untuk melakukan sesuatu. Contoh konkritnya, bapak si Z adalah sopir, ketika si anak diajak bapaknya bekerja dia selau berada di depan dan memperhatikan perilaku bapaknya ketika menyetir. Hal ini ditiru si Z ketika mobil berhenti dan memperagakan layaknya sopir.
Di usia hampir 2 tahun ini Z, ketika akan kencing/berak sudah mampu memberi isyarat kepada orang lain terutama orang tuanya. Z ini ketika selesai mandipun sudah mampu memilih baju sendiri. Maksudnya jika baju gak sesuai keinginannya tidak mau.
Dalam keluarga ini, si Z yang hampir berumur 2 tahun orang tua sudah mengajari dengan pendidikan agama, meski si anak tidak di masukkan di sekolah PAUD (pendidikan anak usia dini).
Kemampuan verbal si Z masih kurang sempurna, jika dibanding pada anak perempuan, untuk kemampuan psikomotor si anak sudah mulai aktiv dengan bermain-main dengan temannya. Meskipun si anak ini paling kecil dalam bermain di lingkungan pertemanannya, karena temannya sudah ada yang TK bahkan SD.
Keinginan anak ini mulai harus dipenuhi, jika tidak terpenuhi anak ini akan menangis, hingga tertidur. Setelah bangun anak pun akan mulai menangis lagi, karena teringat akan sesuatu yang menjadikan keinginannya tidak terpenuhi.

B. LAPORAN PENELITIAN UMUR 0-2 TAHUN PADA PEREMPUAN
Di sebuah dusun Tegal Rejo,anak yang berinisial L, adalah anak yang berumur 22 bulan atau 2 tahun kurang 2 bulan ini. Kemampuan verbal si L sudah cukup banyak. Sudah hafal tentang do’a-do’a pendek, dan lancar bernyanyi lagu anak-anak.
Dari segi makannya, si L ini mempunyai pola makan seperti orang dewasa, dalam artian sehari 3x dan sangat senang sekali dengan susu formula, mekipun sudah minum ASI. Jadi, pertumbuhan fisiknya sangat cepat dan normal, tetapi peneliti dalam hal ini belun sempat mempertanyakan tentang berat badan si L.
Kelincahan dalam segi psikomotor si L cukup bagus, termasuk kategori intelegensi tingkat tinggi dibandingkan anak usia sejajarnya. Karena si L ini sering berteman dengan tetangga rumahnya yang sekolah di PAUD, jadi mulai bernyanyi mengenal warna dengan bahasa inggris dan belajar mengaji sudah cukup baik.
Orang tua si L hanya membimbing dan mengarahkannya, karena 24 jam waktu orang tua di habiskan bersama anak. Pekerjaan orang tua yang menjaga toko bahan bangunan di rumahnya.
Kedekatan si L dengan orang tuanya sangat dekat, terutama bapaknya. Karenanya bapaknya beranggapan bahwa jika pakaian anak dari kecil di cuci orang tuanya (bapak) maka si anak ini akan semakin dekat dengan bapaknya. Demikian tadi penuturan si bapak kepada peneliti.
Si L ini jarang tidur siang, lebih banyak menghabiskan waktu siangnya dengan bermain. Maka sekitar jam 19. 00 anak sudah mulai tidur karena kecapekan.
Di daerah Tegal Rejo ini, termasuk mempunyai komunitas anak yang banyak, jadi banyak jajanan yang lewat. Mulai dari siomay, bakso maupun es krim. Tetapi si L ini tidak terbiasa dengan jajanan yang lewat, karena orang tua menanamkan semenjak dini tentang pelarangan mengkonsumsi jajanan yang lewat depan rumah, bukan karena orang tua yang tidak mampu, hanya saja tidak ingin si anak diperkenalkan dengan jajanan yang mengandung bahan-bahan kimia dan unsur gizi yang tidak jelas. Orang tua lebih suka anaknya di berikan makanan hasil masakan sendiri, yang sudah jelas kandungan gizi dan protein yang dibutuhkan si anak.






















BAB IV
PEMBAHASAN

A. PERKEMBANGAN ANAK 0-2 TAHUN

Dari saat kelahiran, sampai anak dapat berbicara, mereka disebut sebagai bayi (infant). Pada awal kelahirannya, bayi menghabiskan waktunya dengan tidur. Mulanya tidur dapat berlangsung sepanjang hari dan malam, namun setelah beberapa bulan tidur bayi menjadi lebih terpola mengikuti siang dan malam.
Bayi memiliki penglihatan yang buruk, dapat melihat tetapi kabur. Untuk memperoleh perkembangan bayi yang lebih optimal pada tahap selanjutnya, bayi membutuhkan stimulasi dari luar.
Awal dua tahun pertama setelah kelahiran bayi merupakan periode sensori motorik. Pada tahap ini, bayi belajar untuk meningkatkan kemampuan penginderaan dan kemampuan motoriknya yang penting untuk melatih kemampuan berpikirnya kelak.
Ketrampilan motorik kasar meliputi kegiatan otot-otot besar seperti menggerakkan lengan dan berjalan. Pada saat lahir hayi tidak memiliki koordinasi dada dan lengan dengan baik, bulan pertama bayi dapat mengangkat kepalanya dari posisi tengkurap, usia 3 bulan ia mulai dapat menggunakan lengan untuk menopang dadanya saat tengkurap, usia 3-4 bulan, mulai dapat berguling, usia 4-5 bulan dapat menopang sebagian berat badan dengan kaki mereka, usia 6 bulan bayi dapat duduk tanpa bantuan, dan pada usia 7-8 bulan mereka dapat merangkak dan berdiri. pada usia 10-11 bulan mereka mulai berjalan dengan kursi atau meja sebagai alat bantu, dan umumnya pada usia 12-13 bulan bayi dapat berjalan. Usia 13-18 bulan anak mulai berminat pada mainan yg dapat ditarik dengan tali/benang. Usia 18-24 bulan anak mulai susah payah berjalan/berlarisecaralebihcepat.
Anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga tiap anak dapat memperoleh perhatian khusus lewat permainan. Permainan yang bersifat olah raga yang melatih kemampuan fisik. Berbagai jenis permainan yang dapat dialkukan dengan tujuan mendidik anak. Permainan sebaiknya dapat melatih berbagai bagian otot sekaligus, dan melatih baik kemampuan motorik kasar maupun motorik halus. Anak dapat belajar berlari, melompat, memanjat dan lain-lain.
Menurut Piaget perkembangan Sensori Motor (usia0-2tahun). Dalam tahap ini perkembangan panca indra sangat berpengaruh dalam diri anak. Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh/memegang, karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya.Dalam usia ini mereka belum mengerti akan motivasi dan senjata terbesarnya adalah 'menangis'.
Menyampaikan cerita pada anak usia ini tidak dapat hanya sekedar dengan menggunakan gambar sebagai alat peraga, melainkan harus dengan sesuatu yang bergerak (panggung boneka akan sangat membantu).
Perkembangan pada masa bayi:
1. Perkembangan fisik
2. Perkembangan bahasa
3. Perkembangan emosi
4. Perkembangan sosial
5. Perkembangan pengertian
6. Perkembangan moral dan tingkah laku, dan
7. Perkembangan kepribadian
Masa 0-2 tahun merupakan masa ketergantungan seluruhnya pada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Lambat laun anak ini menjadi lebih berdiri sendiri melalui belajar menguasai otot-ototnya sehingga ia dapat berjalan, berbicara, berpakaian dan bermain. Sejalan dengan kesanggupan untuk berdiri sendiri ini, berkembang pula sikap ingin bebas, ingin berdiri sendiri dan menolak pertolongan yang memanjakan.




























BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pola pertumbuhan bayi adalah sama bagi pria dan wanita selama tahun pertama. Pertambahan berat badan secara proporsional adalah lebihbesar dari pada pertambahan tinggi badan pada tahun kedua sebaliknya yang terjadi.
Dalam tahap usia 0-2 tahun perkembangan panca indra sangat berpengaruh dalam diri anak. Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh/memegang, karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya.Dalam usia ini mereka belum mengerti akan motivasi.



















DAFTAR PUSTAKA

Aliah B. Purwakania Hasan, Psikologi perkembangan islami, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada) 2006.
Artikel, mengenali perkembangan anak, 22 desember 2010.
Budi andayani, Koentjoro, psikologi keluarga peran ayah menuju coperanting, (Yogyakarta: penerbit laros) 2007.
Winarno surahmat, Anwar syah, psikologi perkembangan, (Jakarta: PT. Karya Unipress).
www.multiply.com.

Rabu, 07 April 2010

hari tristimewa_


akhirnya kemarin bisa juga ngerjain 4 makul_
kemarin adalah hari teristimewa bagiku
masak ujian mpe ngerjain 4 makul
wezzz jan payaaaah
tapi gpp?
coz makul yang 1 open book
tapi q salut sama semua temenku
coz tep semangattttzzzz

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls